KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Program Integrasi Sapi-Sawit Diluncurkan

Posted by erik12127 pada 29 Oktober, 2009

Palembang, Kompas – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meluncurkan program integrasi sapi-sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (28/10).

Program tersebut berupa pemberian kredit kepada peternak sapi, bekerja sama dengan perusahaan perkebunan sawit sebagai penyedia lahan untuk menggembalakan sapi.

Kepala Dinas Peternakan Sumsel Asrilazi Rasyid mengungkapkan, program integrasi sapi sawit akan dilakukan di lima kabupaten, yaitu Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.

Menurut Asrilazi, pada tahap pertama diserahkan 40 ekor sapi untuk satu kelompok peternak. Satu kelompok terdiri dari 20 orang, dan seorang peternak mendapat dua ekor sapi.

Asrilazi menuturkan, jumlah sapi yang akan diserahkan semuanya sebanyak 200 ekor di lima kabupaten senilai sekitar Rp 4 miliar.

Bantuan tersebut diberikan melalui program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dari APBN. Pada tahun 2009, Sumsel mendapat alokasi KKPE sebesar Rp 100 miliar. Pemerintah Provinsi Sumsel juga siap mengucurkan bantuan melalui APBD sebesar kurang lebih Rp 4 miliar.

”Sapi yang diserahkan dalam keadaan bunting tiga bulan. Setelah anaknya lahir dan tidak menyusui, sapi itu diserahkan kepada petani lain. Adapun anak sapinya untuk penerima sapi pertama,” papar Asrilazi.

Asrilazi mengatakan, kerja sama program integrasi sapi sawit di Musi Banyuasin dilakukan bersama perusahaan perkebunan sawit PT Hindoli. PT Hindoli memiliki kebun inti seluas 17.000 hektar dan kebun plasma 10.000 hektar.

Lokasi penggembalaan sapi di perkebunan sawit tidak hanya di satu tempat, tetapi akan dilakukan secara rotasi.

Menurut Asrilazi, perusahaan perkebunan sebagai penyedia lahan akan membeli sapi jantan untuk digemukkan, sedangkan sapi yang baru lahir dan sapi betina akan dikembangbiakkan.

Asrilazi menambahkan, dalam waktu dekat, perusahaan perkebunan sawit lainnya akan ikut serta dalam program tersebut. Dalam lima tahun diharapkan terdapat delapan kabupaten yang ikut dalam program tersebut. Selain lima kabupaten yang telah disebutkan sebelumnya, akan ditambah tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Musi Rawas, Lahat, dan Muara Enim.

Manfaatkan kebun sawit

Sebelumnya, Alex Noerdin mengatakan, setiap tahun Sumsel membutuhkan 12.000 ekor sapi yang sebagian didatangkan dari luar Sumsel. Sumsel memiliki 600.00 hektar perkebunan sawit inti dan plasma. Adapun yang dimanfaatkan untuk peternakan sapi adalah perkebunan plasma seluas 200.000 hektar.

Sapi yang diternakkan di perkebunan kelapa sawit cepat gemuk karena memakan ampas dari pabrik minyak sawit mentah (CPO). Menurut Alex, dalam waktu 1 tahun 3 bulan, sapi itu sudah siap dipotong, dengan berat 350 kilogram per ekor.

Alex mengatakan, ke depan, seluruh perusahaan kelapa sawit di Sumsel yang memiliki pabrik CPO diminta berpartisipasi dalam program integrasi sawit dan sapi.

”Program ini menguntungkan perusahaan sawit dan membantu petani. Perusahaan sawit bisa lebih untung dari menjual sapi daripada menjual CPO karena harga CPO tidak stabil,” kata Alex.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: