KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Produsen CPO Harus Penuhi Tiga Kriteria

Posted by erik12127 pada 23 Oktober, 2009

JAKARTA-MI: Sebagai pembangunan perkebunan berkelanjutan, produsen perkebunan kelapa sawit di Indonesia harus memenuhi tiga kriteria. Yakni keuntungan ekonomi, pelestarian alam, dan penerimaan sosial.

Demikian intisari pertemuan yang diikuti delegasi Indonesia di Roundtable Forum on Sustainable Development of Palm Oil pada 8-9 Oktober lalu di Washington DC, AS. Kedatangan Indonesia itu atas undangan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia.

Delegasi Indonesia terdiri dari empat orang, yakni Dirjen Perkebunan Achmad Mangga Barani, Direktur Budaya Tanaman Tahunan Mukti Sardjono, wakil Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun, dan wakil Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono.

Pertemuan itu dihadiri 80 peserta, terdiri dari delegasi Malaysia, kalangan perusahaan importir kelapa sawit di AS, NGO, perguruan tinggi, dan pemerhati kelapa sawit dan biofuel lainnya.

Menurut Dirjen Perkebunan Achmad Mangga Barani di Jakarta, Jumat (23/10), pembangunan kelapa sawit yang dilakukan produsen kelapa sawit, khususnya di Indonesia dan Malaysia, harus memenuhi tiga kriteria itu.

“Ketiganya tercakup dalam prinsip dan kriteria dalam Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) yang digunakan untuk menentukan standar dan kriteria kelapa sawit yang berkelanjutan,” katanya.

Pertemuan yang sangat strategis bagi kelanjutan pembangunan perkebunan di Indonesia itu juga membuahkan lima poin penting mengenai tingginya performans kelapa sawit dan produknya saat ini bagi dunia.

Pertama, kelapa sawit dikonsumsi lebih dari 150 negara di dunia. Kedua, merupakan sumber makanan dan energi yang terjangkau terutama bagi negara berkembang.

Ketiga, minyak kelapa sawit adalah sumber nutrisi untuk kesehatan, dan ketahanan tubuh. Keempat, mampu menyediakan bio-energi yang ramah lingkungan untuk mencukupi penyediaan energi fosil yang semakin berkurang. Kelima dan terakhir, kelapa sawit mempunyai tingkat produktivitas 4-6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produktivtas minyak nabati lainnya seperti jagung, zaitun, minyak lobak, kedelai, dan bunga matahari.

***********************************

Ekspor ke AS
Di pertemuan itu didapatkan bahwa ceruk pangsa pasar ekspor Crude Palm Oil (CPO) ke AS masih terbuka lebar. Permintaan bioenergi di negeri Paman Sam terus meningkat. Kebutuhan ini tentunya dapat disuplai dari minyak nabati termasuk kelapa sawit.

CPO termasuk dua dari tiga komoditi perkebunan yang masih mempunyai pangsa ekspor yang cukup tinggi di AS, selain karet dan kakao.

Meski demikian, katanya, tingkat ekspor CPO Indonesia ke pasar AS ternyata masih jauh dibandingkan Malaysia. Untuk itu, katanya, memperhatikan potensi produksi dan ekspor Indonesia ke depan yang sangat tinggi, ekspor CPO Indonesia ke AS harus ditingkatkan.

“Saat ini ekspor CPO Indonesia ke AS baru sekitar 70-90 ribu ton per tahun. Bandingkan dengan Malaysia yang mencapai sekitar 1 juta ton tiap tahun,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: