KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Harga CPO di Pasar Domestik Meningkat

Posted by erik12127 pada 19 Agustus, 2009

Palembang, Kompas – Harga minyak sawit mentah di pasar domestik selama dua minggu terakhir stabil pada harga Rp 7.400 per kilogram dengan sistem tender. Tingginya harga CPO menyebabkan harga tandan buah segar atau TBS di tingkat petani juga meningkat.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumatera Selatan Sumarjono Saragih, Rabu (19/8), mengutarakan, tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) menyebabkan harga TBS mencapai Rp 1.200-Rp 1.300 per kilogram. Kenaikan harga TBS yang stabil membuat petani kelapa sawit bergairah.

Menurut dia, harga CPO di pasar domestik saat ini lebih pasti sehingga para pengusaha kelapa sawit cenderung memasok CPO guna kebutuhan pasar domestik.

Sumarjono mengatakan, pada tahun 2009 produksi CPO dari Sumsel diperkirakan mencapai 1,85 juta ton atau 10 persen dari produksi CPO nasional sebanyak 19 juta ton.

Sumarjono menuturkan, produktivitas kelapa sawit Indonesia masih di bawah Malaysia. Hal itu disebabkan 50 persen kebun kelapa sawit di Indonesia adalah milik rakyat sehingga perawatannya tidak sebaik perkebunan milik perusahaan.

Beban pajak

Sumarjono mengungkapkan, hambatan dalam industri kelapa sawit adalah lambatnya perkembangan luas perkebunan yang hanya 10 persen per tahun.

Selain itu, kata Sumarjono, perusahaan kelapa sawit dibebani macam-macam pajak, seperti penerangan jalan.

Kami yang membangun fasilitas penerangan jalan, tetapi justru kami yang kena pajak. Itu tidak bisa diterima secara bisnis,” kata Sumarjono.

Sebelumnya, Sumarjono menyebutkan, pemerintah perlu mengupayakan sejumlah langkah agar industri nonmigas unggulan ini tidak kolaps karena ketidakstabilan harga di pasar ekspor.

Indonesia memang memiliki kelebihan di sektor industri hulu kelapa sawit karena didukung lahan perkebunan yang luas dan jumlah pabrik CPO yang memadai. Namun, salah satu kekurangan Indonesia adalah minimnya industri hilir sawit. ”Dengan memperkuat industri hilir, produk sawit lebih memiliki posisi tawar,” ujarnya. (WAD)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: