KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Harga CPO Diprediksi Terus Menguat

Posted by erik12127 pada 11 Agustus, 2009

Vice President II, Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Derom Bangun memprediksi harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah terus mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan.

“Sejak awal 2009 permintaan minyak sawit mulai pulih dan mengalami kenaikan, kata Derom Bangun, dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil, RSPO Public Forum 2009, dengan tema ‘Sustainable Palm Oil, Mengapa Semakin Penting’, di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut dia, pertumbuhan konsumsi dunia rata-rata yang wajar akan membutuhkan tambahan produksi minyak dan lemak antara 4-6 juta ton per tahun. “Belum lagi untuk memenuhi penggunaan biodiesel yang banyak dialami minyak kanola,” katanya.

Saat ini harga minyak kelapa sawit mentah di Kantor Pemasaran Bersama (KPB), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mencapai Rp7.438 per kg (10/8) atau mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp6.479 per kg (24/7). Sedangkan untuk di Rotterdam (CIF) harga CPO 700 dolar AS per ton.

Derom memprediksi harga minyak sawit mentah akan terus mengalami kenaikan, apalagi diperkirakan pada tahun ini akan terjadi musim kemarau yang panjang atau El Nino. “Diperkirakan kalau terjadi El-Nino maka harga minyak sawit mencapai 800 dolar AS per ton di Rotterdam,” kata Derom memprediksi.

Ia mengatakan produksi minyak sawit mentah Indonesia pada tahun 2009 akan meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 produksi mencapai 18,8 juta ton dimana untuk ekspor mencapai 14,3 juta ton, dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri 4,5 juta ton.

Sedangkan untuk 2009 jumlah produksi minyak sawit diperkirakan mencapai 20,3 juta ton. Hingga Juni produksi minyak sawit sudah mencapai 9,1 juta ton. “Jumlah produksi tertinggi biasanya terjadi pada September yang mencapai 11 persen dari total produksi, dan terendah pada Januari dan Februari,” ujarnya.

Dikatakannya pada masa mendatang kebutuhan dunia akan minyak dan lemak akan terus meningkat. Negara-negara berkembang saat ini hanya mengkonsumsi sekitar 12-15 kg per kapita per tahun. Sedangkan dinegara-negara maju seperti di eropa dan Amerika Serikat sudah mencapai 35 kg per kapita per tahun.

Sementara itu, mengenai penjualan CPO yang bersertifikat RSPO, Derom mengakui memang mengalami adanya gejala penurunan karena imbas dari krisis ekonomi dunia. “Ada gejala-gejala ada pihak pembeli yang kurang antusias, karena merasa dibebani dengan biaya tambahan yang lebih tinggi,” katanya.

Derom menjelaskan untuk CPO yang bersertifikat dibebani dengan harga yang lebih tinggi mencapai 50 dolar AS per ton. Karena kurang peminatnya akhirnya biaya tersebut diturunkan bertahap dari menjadi 30 dolar AS, 20 dolar AS dan saat ini menjadi 14 dolar AS.

Ia mengharapkan para pembeli CPO bisa membeli CPO yang sudah bersertifikat, karena CPO yang bersertifikat telah diaudit bahwa perkebunannya tidak merusak hutan.

Dikatakannya perluasan kebun sawit telah disoroti dari aspek lingkungan dan sosial, artinya dampak negatif harus dihindari. Tujuan dari RSPO adalah mendorong atau meningkatkan produksi dan penggunaan minyak sawit yang berkelanjutan.

Menurut dia, produksi minyak sawit akan ditingkatkan tanpa merusak hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan secar keseluruhan. Termasuk meminimalisasi dampak negatif terhadap iklim karena dunia sedang berupaya mengatasi pemanasan global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: