KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Sulsel Terkendala Permodalan

Posted by erik12127 pada 5 Juli, 2009

Revitalisasi 2.000 hektar perkebunan kelapa sawit rakyat di Sulawesi Selatan dilaporkan masih terkendala akses permodalan

“Petani kelapa sawit di Sulsel masih kesulitan untuk mengakses kredit di perbankan. Padahal, alokasi kredit revitalisasi perkebunan mencapai triliunan rupiah,” kata Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Burhanuddin Mustafa di Makassar, Minggu.

Petani kelapa sawit di Sulsel masih diwajibkan memiliki satu perusahaan “afalis” sebagai jaminan pemberian kredit, sementara hingga saat ini belum ada perusahaan penjamin yang menjamin kredit petani di daerah ini.

“Pemprov pernah berkoordinasi dengan beberapa perbankan, untuk menjadikan PTPN XIV sebagai afalis petani kelapa sawit,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjutnya, pihak perbankan belum merespon usulan tersebut, mengingat hutang PTPN XIV diperbankan disinyalir masih terlalu besar.

Dinas Perkebunan Sulsel sendiri akan mengusulkan ke departemen pertanian untuk membantu pengadaan bibit kelapa sawit sebanyak 64 ribu pohon. Meski diakui, jumlah itu baru mampu merevitalisasi sekitar 376 hektar lebih perkebunan sawit.

Dia mengharapkan, penyaluran bibit sudah dapat dilakukan setelah pembahasan APBN Perubahan 2009 mendatang, sehingga petani kelapa sawit memiliki peluang untuk memperoleh bantuan bibit dari pemerintah pusat.

Sejauh ini, Pemprov Sulsel telah mempersiapkan sekitar 3,2 juta bibit yang akan digunakan untuk merevitalisasi tanaman yang telah tua. Diharapkan, revitalisasi kelapa sawit tersebut dapat meningkatkan produksi kelapa sawit tahun ini.

Tahun 2008 lalu, produksi kepala sawit untuk tandan buah segar (TBS) hanya mencapai sekitar 112 ton lebih, sementara CPO nya hanya mencapai 22 ribu ton lebih dari total areal lahan seluas 16 ribu hektar.

Selain itu, pemprov Sulsel juga menghindari terjadinya peredaran penggunaan bibit kelapa sawit palsu oleh petani, dinas perkebunan Sulsel telah membentuk tim khusus yang bertugas untuk mencari dan mengamankan bibit-bibit palsu tersebut.

“Kami khawatir peredaran bibit itu akan menggerus pendapatan petani, akibat anjloknya hasil produksi,” ucapnya.

Berdasarkan data di Dinas Perkebunan Sulsel, bibit palsu tersebut cenderung lebih murah dibanding bibit bersertifikat. Rata-rata bibit bersertifikat dijual dengan harga Rp6000 per biji. Sedangkan, bibit palsu yang dilaporkan tidak dapat berbuah itu dijual dengan harga Rp4.000 per biji.

2 Tanggapan to “Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Sulsel Terkendala Permodalan”

  1. Great post, Thanks for share..😀

    Please visit my blog,
    http://satyap06.student.ipb.ac.id/

  2. Kami pt.gemah ripah kayaku perusahaan yg bergerak di bidang pupuk organik memiliki teknologi sistem pemupukan injek untuk kelapa sawit…Kami siap membantu untuk pengadaan pupuk injek yg telah kami buat dalam bentuk Ion…Hasil peningkatan Produksi kami berani menjamin..kami siap melakukan uci cb terlebih dahulu, dgn sales agreement..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: