KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

GAPKI: Penurunan Harga Sawit Akibat Krisis Global

Posted by erik12127 pada 24 Oktober, 2008

MEDAN – Ajloknya harga sawit petani di Indonesia akibat krisis finansial global, menyebabkan pembeli Crude Palm Oil (CPO) di Eropa menunggu kondisi ekonomi membaik.

Hal tersebut sangat berpengaruh dengan hasil jual beli komoditi petani seperti tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, termasuk di Sumatera Utara sejak dua bulan belakangan ini. Namun keresahan petani sudah disampaikan kepada Wapres Jusuf Kalla beberapa hari sebelumnya di Jakarta agar dapat mengambil langkahlangkah membantu petani sawit.

Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun membenarkan hal itu, ketika berbicara dengan wartawan di Bandara Polonia Medan menjelang bertolak ke Jakarta, Senin (27/10).

Salah satu laporannya telah direspon pemerintah pusat antara lain menurunkan pajak ekspor (PE) CPO dari selama ini 7,5 persen menjadi 2,5 persen mulai berlaku Nopember 2008.

Dia juga minta pemerintah pusat maupun Pemprov Sumatera Utara memperbaiki infrastruktur seperti jalan dan jembatan di beberapa daerah TkII di Sumatera Utara.

“Kalau jalan sudah bagus untuk mengangkut hasilhasil perkebunan seperti sawit, tidak banyak memboroskan dana,” ujar Derom Bangun.

Kalau misalnya Oktober dan November, pajak dari CPO tidak banyak masuk ke kas Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun dari Januari hingga Juli, pemasukan devisa negara lebih banyak, tidak ada salahnya pemerintah memperbaiki infrastruktur, kata dia.

Bahkan dia berharap agar masyarakat menerima kenyataan ini dengan kepala dingin dan lapang dada, pasti ada saatnya nanti meningkat lagi harga komoditi tersebut.

“Menurut saya para petani tidak perlu stres menghadapi kenyataan saat ini, krisis itu tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia bahkan dirasakan juga masyarakat secara global,” ujarnya.

Menurut dia, idealnya harga TBS petani Rp1.000 per kg, sementara saat krisis harga rata-rata antara Rp300 hingga Rp400 per kg, kecuali pembelian pabrik rata-rata Rp600 per kg.

Dia juga menyatakan salah satu upaya agar dapat menstabilkan kembali harga kelapa sawit para petani, pemerintah dapat meningkatkan penggunaan minyak bio diesel terbuat dari CPO.

Kalau kebutuhan CPO meningkat untuk dijadikan bahan baku bio diesel, dia yakin harga TBS kelapa sawit petani akan naik lagi.

Satu Tanggapan to “GAPKI: Penurunan Harga Sawit Akibat Krisis Global”

  1. agra said

    buat para petani sawit, yang sabar ya.
    dan buat mahasiswa SPKS, peliharalah sikap mental yang positif tentang krisis yang sedang terjadi, giatlah belajar mengingat banyak hal yang masih akan terjadi di masa depan, dan yakinlah semua hal yang kau lakukan itu adalah yang terbaik.

    God Bless U & Good Luck ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: