KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

  • KOMPAS

  • Blog Stats

    • 89,973 Pengunjung
  • Chatting Yuk…..

  • Statistik MLM Indonesia

    Statistik MLM Indonesia
  • Meta

  • Arsip

  • My Comment

    mirad sahri di Mahasiswa Magang di Perkebunan…
    Instiper di SARJANA PERKEBUNAN KELAPA SAWI…
    Peluang kerja di per… di Luas, Peluang Kerja di Pe…
    ali asa ad di Pabrik Kelapa Sawit Mini
    adinovi wahyudi di MAMUJU UTARA PENGHASIL SAWIT T…
    H.syamsuri juhri di Pabrik Kelapa Sawit Mini
    Dominicus di Pengendalian Hayati Ulat Api M…
    winarto di Pabrik Kelapa Sawit Mini
    Nessar di MAMUJU UTARA PENGHASIL SAWIT T…
    hotmatua.hasibuan di Pabrik Kelapa Sawit Mini
  • SPKS Photos

  • Online

  • Agustus 2008
    S S R K J S M
    « Jul   Okt »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Iklan

Diperlukan 1.000 Sarjana Kelapa Sawit/Tahun

Posted by erik12127 pada 20 Agustus, 2008

KEBUTUHAN TIDAK TERHENTI S-1 ; Diperlukan 1.000 Sarjana Kelapa Sawit/Tahun

YOGYA (KR) – Kebutuhan akan SDM sarjana kelapa sawit, sangat luar biasa tinggi. Apalagi produksi dan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia luasnya sudah melampaui Malaysia. Mengingat kebutuhan SDM tersebut bukan hanya di hulu dan hilir semata, namun juga untuk tenaga riset.


“Jika demikian, kebutuhan SDM sarjana untuk kelapa sawit, tidak hanya berhenti di S-1 namun akan sampai pada S-2 dan S-3. Diperkirakan, diperlukan sekitar 1.000 sarjana perkebunan kelapa sawit pertahun,” tandas Chief Executive Officer Triputra Agro Persada (TAP), Gunardi Hadi Atmodjo dan Rektor Instiper Dr Herry Wirianata dalam pertemuan pers di Kampus Instiper, Selasa (19/8) usai penyerahan beasiswa TAP pada 14 mahasiswa baru SPKS (Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit).


Dalam penyerahan tersebut TAP memberikan beasiswa sampai lulus berupa SPP, biaya hidup, biaya tempat tinggal, biaya buku dan penelitian. Usai lulus, ke-14 mahasiswa tersebut akan langsung bekerja di PT Triputra Agro Persada.


Untuk mengejar ketertinggalan Indonesia yang belum secanggih Malaysia dalam pengelolaan kelapa sawit mulai penanaman hingga pasca panen, menurut Gunardi Indonesia harus meningkatkan riset.


“Soal kelapa sawit, kita tidak boleh berhenti hanya menanam namun juga riset. Dengan demikian, kita tidak akan kalah dengan Malaysia,” tambahnya. Fakta inilah, lanjutnya yang membuat kebutuhan akan SDM sarjana kelapa sawit terus meningkat.


Meski tidak menyebut angka Gunardi menyebutkan jika Indonesia saat ini sudah menyalip Malaysia baik dalam produksi maupun lahan kelapa sawit. Sementara, perkembangan dan pengembangan kelapa sawit di negeri ini diakuinya terus terjadi bahkan terus ke Timur. “Arah pengembangan perkebunan kelapa sawit bahkan sudah sampai ke Papua. Sekali lagi ini menunjukkan bila kebutuhan SDM tersebut akan semakin tinggi,” tambahnya.


Asisten Kebun
Rektor Instiper Dr Herry Wirianata mengemukakan, kebutuhan ini bisa dilihat bahwa untuk perkebunan sekitar 700 – 1.000 hektar diperlukan seorang asisten kebun (agronomi). Saat ini, dengan luas perkebunan sekitar 6,43 juta hektar bisa diperhitungkan kebutuhan tersebut.

Iklan

2 Tanggapan to “Diperlukan 1.000 Sarjana Kelapa Sawit/Tahun”

  1. hadi_nya unlam said

    kebetulan neh… saya punya niat mo kerja di kebun KS klo nanti udah lu2s……..

  2. adik saya pengen kul di pertanian di jogja,
    minta saran, kampus mana yank dapat prioritas dari perusahaan perkebunan??

    oh kalian ni mahasiswa Instiper ya??

    balas di email : andipurw@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: