KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Instiper Jalin Kerjasama dengan PT Astra Agro

Posted by erik12127 pada 18 Agustus, 2008

SLEMAN — Institut Pertanin “Stiper” (Instiper) Jogja menjalin kerjasama dengan PT Astra Agro Lestari Tbk dalam hal menyiapkan tenaga ahli di bidang perkelapasawitan, mulai dari produk hulu hingga ke hilir. Dalam kerjasama itu, Instiper menyediakan Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) melalui program pendidikan khusus (S1) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembangan perkebunan kelapa sawit.


Kerjasama ini dilakukan karena perkembangan perkebunan kelapa sawit dan tuntutan teknologi produksi kelapa sawit tidak diimbangi tersedianya tenaga ahli/sumber daya manusia yang diperlukan. Padahal, pertumbuhan perkebunan, teknologi produksi kelapa sawit sangat pesat, sementara tenaga ahli yang diperlukan sangat terbatas. Akibatnya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit memanfaatkan tenaga ahli dari Malaysia.


Vice President Director PT Astra Agro Lestari Tbk Benny Tjoeng kepada wartawan seusai pembukaan kuliah program Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) di Kampus Instiper Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (15/8), mengatakan, setiap satu hektar perkebunan kelapa sawit membutuhkan 0,2 persen tenaga kerja. Padahal setiap tahun luas lahan kelapa sawit yang dibuka mencapai puluhan bahkan ratusan hektar. Khusus PT Astra Agro Lestari, sampai saat ini memiliki 200 ribu-300 ribu hektar kebun kelapa sawit dengan tenaga kerja sekitar 32.000 orang.


“Dan setiap tahun pasti ada pembukaan lahan baru untuk mencapai target 500 ribu hektar kebun kelapa sawit milik PT Astra Agro Lestari,” kata Bennhy Tjoeng.


Sementara Rektor Instiper Dr Ir Herry Wirianata MS. mengatakan, proyeksi perluasan areal perkebunan kelapa sawit sampai tahun 2010 sekitar 6 juta hektar. Jika 1 sarjana menangani 600 hektar kebun, maka diperlukan sekitar 10.000 sarjana. Dan jika lahannya kurang sesuai, nisbah tersebut menjadi 1 sarjana menangani 400 hektar sehingga diperlukan 15.000 sarjana.


“Itu berarti kebutuhan tenaga ahli/sarjana kelapa sawit terus meningkat, sementara penyediaan tenaga sangat terbatas. Karena itu Instiper menjalin kerjasama dengan 72 perusahaan untuk menyediakan  tenaga ahli yang dibutuhkan,” kata Herry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: