KOMPAS Yogyakarta

Komunitas Mahasiswa Kelapa Sawit — G’BYE Angkt 2005 and G’Work Angkt 2006

Lulusan Sarjana Perkebunan Jumlahnya Masih Kurang

Posted by erik12127 pada 25 Januari, 2008

Setiap tahun perkebunan kelapa sawit di Indonesia membutuhkan 500 sarjana perkebunan kelapa sawit. Namun, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah tenaga yang dibutuhkan.Selain itu, hingga kini juga belum ada sarjana yang betul-betul menguasai bidang tersebut. Kondisi demikian ini membuat produsen kelapa sawit sering mengeluh karena tidak mampu memenuhi permintaan konsumen.

”Terus terang, hingga sekarang ini belum ada sarjana perkebunan yang betul-betul menguasai kelapa sawit. Pada kenyataannya, jumlah sarjana perkebunan memang masih kurang,” ungkap Ir Ketut Gede Yudantara SP, presiden komisaris pada 12 perusahaan didampingi Prof Dr Ir Sukardi Wisnubroto, Rektor Instiper Yogyakarta, di kampus pusat Jalan Papringan Yogyakarta.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kata Ketut yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Kainstiper, Instiper Yogyakarta bersama PT Astra Agro Lestari Tbk membuka Program Khusus Pendidikan Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS).

Menurut pandangannya, keberadaan SPKS dewasa ini apalagi pada masa mendatang sangat dibutuhkan. Berdasarkan data, pada 2004 luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia 5,3 juta hektare.

”Luas lahan perkebunan tersebut masih dalam izin pengelolaan atau izin pembukaan lahan. Jumlah riilnya baru sekitar 3,5 juta hektare. Diperkirakan, 10 tahun ke depan jumlah ini akan meningkat hingga 5 juta hektare,” katanya.

Butuh

Pengembangan atau perluasan perkebunan kelapa sawit ini jelas membutuhkan SDM pengelola (planters) yang sangat banyak. Apalagi, kebutuhan SDM ini pada umumnya tidak dapat dipenuhi secara langsung dari lulusan sarjana pertanian umum.

”SDM planters masih perlu dididik secara khusus dengan menggunakan karakter yang khas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Instiper Yogyakarta membuka Program Khusus Pendidikan SPKS. Mereka ini nantinya lulus langsung kerja karena sudah banyak perusahaan yang memesan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Instiper Yogyakarta mengemukakan, untuk program baru ini mahasiswanya dibatasi 25-30 orang saja. Program ini ditempuh dalam 3 – 3,5 tahun karena mereka nantinya akan lebih banyak berpraktik dari pada berteori.

Dengan jumlah mahasiswa terbatas ini diharapkan bisa mencetak sarjana yang betul-betul ahli di bidangnya. Karena setelah lulus, mereka nantinya akan langsung bekerja di perusahaan kelapa sawit dengan gelar sarjana pertanian (SP).

Satu Tanggapan to “Lulusan Sarjana Perkebunan Jumlahnya Masih Kurang”

  1. ita purnama sari said

    perkenalkan saya ita purnama sari, saya adalah lulusan diploma III Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas pertanian Univrsitas Tanjungpura. Setelah membaca tautan tersebut, saya sangat setuju bahwa realitasnya Lulusan Sarjana Pertanian Umum belum siap mengaplikasikan Ilmu yang didapat, sekalipun sudah duduk di bangku kuliah selama kurang lebih 4-5 tahun, saya sangat mendukung dengan dibukanya program khusus SPKS ini, saya butuh informasi lebih lanjut tentang program ini, karena banyak diantara lulusan Diploma yang ingin melanjutkan pendidikannya ke S1. Sekian, mohon konfirmasinya. Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: